kembali setelah sekian lama..

halo, apa kabar?
semoga segala hal dalam keadaan stabil ya

ternyata gw lupa punya blog ini. sudah melupakan semenjak entah kapan. 
dan draft terakhir terlihat di tahun 2021, skrg udah 2025 aja. cepet bangeet.
rasanya ga ada yang berubah dalam diri gw. yah, 4 tahun serasa sekejap mata.
dan kini sadar kata "dewasa" belum sampe di pikiran gw sendiri, wkwk.
hanya umur yg keliatan tua & serius tp gw beranggapan masih jadi anak keciiil.

semoga sih gada yg baca ya, apalagi orang yg tau rl gw. kalo ketauan maloeeee tau.
apalagi skrg era digital bgt. jadi agak ngeri gw kl main sosmed. pengen punya privasi tapi beberapa data lo masih nyangkut di sosmed. harus extra hati-hatiii guys!

knp gw milih we are all stardust.. ya karenaaaa kita emang debu bintang.di dalam diri lo ada galaksi, lo pusat dari segala kegiatan makhluk kecil di dalam tubuh, dan badan kita pun bagian debu dari alam semesta. yang luasnya pun gak lo ketaui secara pasti, bahkan buat mengiranya aja gw yakin gak sanggup.

kita kaya bintang, dari ledakan berakhir ke ledakan juga. kita mati, bintang pun mati.
bintang adalah kita guys. jadi kita adalah makhluk kosmos! makhluk angkasa!
sooo, ketika ada masalah di planet bumi yang kecil ini, jangan anggap serius bangeet.
rileks, tenang, kalem, cuma bumi aja kok ini!
dan wuzzz kamu bakalan punya energi utk melanjutkan hidup, sekedar bernafas, dan menyadari arti pentingnya kesadaran diri! powerfull kann

adapaun "waktu" yang kita yakini, gampangnya selama ini kita terlalu patuh dengan aturan itu tanpa mempertanyakan pada diri sendiri. waktu, apa itu waktu? kenapa kita meyakini itu? sedangkan kita sedang menaiki bongkahan planet yang berevolusi entah pada apa. saling terbang, terombang-ambing dalam kehampaan alam semesta.

semakin lo sadar akan hal ini, membuatmu sedikit egois kan? ya memang, tapi dalam beberapa hal aja jika lo tau esensi lo di kehidupan ini apa. selama lo gak lupa dengan nilai-nilai yang lo anut, entah keyakinan, ataupun budaya yang melahirkan lo sebagai eksistensi makhluk bumi, gw rasa lo bakal survive di bumi ini.

seenggaknya lo gak mabok sama keyakinan sendiri dan menerima opini dari berbagai pemikiran lain. seengaknya lo terbuka kalo lo adalah makhluk kosmos, tanpa perlu menuduh manusia adalah makhluk paling berakal di semesta. gw selalu percaya kalo kita bukan satu-satunya entitas yang hidup di semesta raya ini, gw yakin pasti ada makhluk lain yang hidup tapi karena keterbatasan cahaya, mungkin aja makhluk lain itu masih melihat kita di zaman es! 

kita melihat bintang sebenarnya kita sedang melihat masa lalu. cahaya matahari sampe ke bumi adalah cahaya 8 menit lalu, apalagi planet di luaran sana yang jarak tempuhnya berpuluh-puluh juta tahun? kalo  kita kesana, sama aja kita pergi ke masa lalu dan gak akan sampe karena keburu mati :(

sekarang, melihat kondisi masyarakat bumi harus dalam pandangan netral. boleh kok berperasaan, tapi jangan berharap utk sempurna dan selalu bagus tentang apapun yang terjadi di bumi karena konflik, kerusakana alam, dan tingkah-tingkah manusia yang terjadi di bumi ini akan selalu berperang pada rasa kemanusiaan. bahkan pada diri sendiri, lo akan menemukan gejolak pada batin sendiri. 

sewajarnya hidup di bumi adalah seperti itu. tantangan akan selalu ada dalam hidup yang kita jalani ini.
kembalilah pada kesadaran yang membuatmu sadar akan arti hidup selama ini. itu jauh lebih menenangkan daripada meminta validasi dari orang lain atau media apapun itu. hidupmu memang di tanganmu, tapi tanpa arah dan tuju yang jelas, kau akan kehilangan arah. kau akan  menjadi bintang tanpa tahu arah jalanmu di mana.

namun, tenang. waktu akan selalu ada untuk kita yang mau berusaha berubah dan menyadari arti penting kesadaran hidup. tidak ada yang salah pun tidak ada yang benar. hidup dengan arah tuju mu sendiri dan nikmatilah perjalanan menembus galaksi itu. karena kita ada debu bintang!

Komentar